Pok Ame-ame

Di perkebunan anggur hiduplah sekumpulan semut dan belalang. Mereka hidup berdampingan,Sifat semut yang rajin dan baik hati berbeda dengan belalang yang pemalas dan sombong. Semut membuat rumah dari daun yang berguguran begitu juga dengan belalang. Sebentar lagi musim gugur berakhir dan musim dingin akan segera tiba. Selama musim gugur semut sibuk mencari bahan makanan untuk persediaan musim dingin nanti. Belalang sibuk berlatih  menari setiap hari untuk persiapan menyambut musim dingin di ranting. Sehingga ia lupa bahwa Ketika musim dingin sulit untuk mendapatkan makanan.

Pada suatu hari belalang berjalan sambil bernyayi dan menari. Ia melihat sekumpulan semut bergotong royong membawa makanan ke rumah. Karena,belalang penasaran mereka bertanya kepada penjaga rumah semut. Penjaga semut menjawab untuk persediaan makanan Ketika musim dingin nanti tiba. Dengan sombongnya belalang pun membuang muka dan pergi sambil benyayi dan menari.

Musim dingin pun tiba, angin berhembus kencang dan menerpa rumah belalang. Belalang merasa kedinginan ia berusaha mencari daun yang tersisa untuk berteduh. Karena kedinginan belalang merasa lapar dan ia bingung tidak ada makanan yang bisa ia makan. Kehidupan semut sangat Bahagia dan Makmur karena cukup untuk musim dingin. Tiba-tiba belalang datang dengan badan lemas dan pucat. Belalang bercerita mengapa ia bisa seperti ini. Semut pun merasa kasian tetapi semut bingung persediaan bahan makanan cukup untuk mereka dan tempat tinggal semut juga tidak besar. Dengan kebaikan hati semut ia memberi belalang makanan dan mengajaknya tinggal Bersama sampai musim dingin berakhir. Belalang sangat berterima kasih kepada semut karena ia telah menyelamatkan nyawanya.

Di daerah perkotaan besar tepatnya di perumahan elit tinggal keluarga konglomerat yang memiliki seorang gadis bernama Cantika. Ia adalah anak tunggal,.Orang tuanya yang sangat sibuk dengan pekerjaan dan bisnis masing-masing. Membuat cantika harus diasuh oleh pembantu dirumahnya yang sering ia panggil Bibi dari umur 2 tahun. Ketika orangtuanya pergi ia tinggal Bersama bibi dan pak somad yaitu sopir sekaligus security dirumahnya. Cantika yang memiliki mata abu-abu,berhidung mancung,pipi tirus,berkulit putih bersih,dan rambut keriting gantung berwarna coklat sering disebut bule oleh warga komplek. Meskipun cantika sering di tinggal orangtuanya pergi berkerja ia tidak merasa kesepian atau bahkan sampai menjadi anak yang introvert. Ia justru menjadi gadis yang baik hati, periang, dan mudah bergaul dengan temannya. Karena sifatnya ia sangat disenangi teman-temannya dan memili banyak teman bermain. Teman bermain cantika hanya anak -anak komplek sekitar mereka sering bermain di taman tengah perumahan.

Semasa kecil cantika hampir di culik saat hendak bermain ke taman Bersama temannya. Saat itu cantika dihampiri temannya untuk diajak bermain ke taman tengah perumahan dengan jalan kaki. Ia menyetujui dan berpamitan kepada bibi. Saat itu bibi percaya kepada cantika dan teman-temannya berpergian ke taman sendirian karena jarak rumah cantika dengan taman tidak terlalu jauh. Cantika pergi Bersama teman-temannya dan bibi mengikuti dari belakang untuk menghantarkan cantika sampai luar gerbang. Saat itu rumah cantika belum memiliki penjaga  di rumahnya. Bibi mengawasi dari gerbang, sesampai ditikungan tiba-tiba ada mobil berhenti disamping cantika dan hampir menculik cantika dan teman-temannya. Untung saja bibi yang sedari tadi mengawasinya dari gerbang rumah langsung berlari dan teriak “malingggg.…” warga komplek yang berada diteras rumah langsung keluar. Akhirnya penculikan tersebut berhasil digagalkan. Mereka menangis ketakutan dan menyisakan trauma. Mereka pulang dan tidak jadi bermain ke taman pada hari itu.Menurut satpam perumahan kendaaran itu mengaku sebagai tamu pak hudi yang rumahnya sebelah rumah cantika. Namun ketika sore hari setelah pak hudi selesai bekerja satpam perumahan berkunjung kerumahnya dan bertanya. Pak hudi kaget karena, ia tidak mengenal orang tersebut dan ia tidak ada janjian di rumah pada hari itu. Orang tua cantika yang mendengar kejadian itu pada saat diluar kota merasa syok dan langsung mencarikan satpam rumah.

Saat ini  perumahan di perketat penjagaan di pintu keluar dan masuk perumahan. Pemulung dan orang asongan atau orang yang tidak berkepentingan yang jelas dilarang masuk. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Dengan adanya kejadian yang di alami cantika tersebut sekarang saat berada diluar rumah ia sering diawasi bibi. Rumahnya kini juga diawasi satpam sekaligus menjadi sopir pribadi cantika. Orang tua cantika yang sering pergi keluar kota dan jarang dirumah untuk mengurus cantika. Ketika mereka pulang dari kantor atau luar kota sampai rumah pada malam hari saat itu cantika sudah tertidur pulas dan ke esokan paginya sebelum cantika bangun mereka sudah berangkat lagi. Cantika yang saat itu masih umur 6 tahun sering menangis ketika rindu peluk dan kasih sayang dari orang tua. Bibi merasa kasian kepada cantika yang dari kecil harus terbiasa tanpa asuhan dari orangtuanya langsung. Bibi hanya bisa menenangkannya dan memberikan kata-kata positif agar cantika mengerti bahwa orang tuanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan cantika. Cantika hanya bisa bertemu dan family time bersama sebulan sekali. Bibi selalu mengajarkan cara bersyukur kepada cantika sedari kecil.

————

Cantika kini sudah menjadi remaja berusia 16 tahun yang pintar dan pandai. Pertama kalinya ia masuk dan duduk di bangku sekolah akhir(SMA) bertemu dengan teman banyak serta ibu guru dan bapak guru yang memiliki ilmu mengajar yang berbeda. Ia bersekolah di salah satu SMA negeri favorit dan elit di pusat kota. Bahasa yang digunakan dalam  sekolah itu ada 2 yaitu Bahasa Indonesia dan inggris.

Waktu cantika kecil orang tua cantika memutuskan untuk home scholling karena saat itu sopir pribadi di keluarganya masih 1 dan agar bibi tetap bisa mengawasi cantika. Orang tua cantika mencarikan guru privat dari salah satu sekolah yang memiliki progam home schooling. Cantika yang dari kecing rajin membaca dan belajar menulis tidak cukup menyusahkan bagi gurunya. Anaknya yang kreatif dan aktif membuat suasana pembelajaran menyenangakan. Cantika belajar secara home scholling hingga Sekolah Menengah Pertama. Waktu home scholling ia sering mengikuti olimpiade online mulai dari Bahasa inggris, Matematika dan lomba membuat puisi.  Selama Home Scholling ia tetap juga bisa bermain dengan anak-anak komplek. Cantika tidak merasa kesepian karena meskipun ia sudah dewasa

Kini Cantika telah remaja dan besekolah di SMA negeri favorit dan elit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.