Bukan Sahabat Tetapi Mau Ikut Terus

Dulu saya sekolah di SMKN 1 Kademangan pada tahun ajaran 2013-2014, saya mengambil kejuruan Pemasaran. Didalam 1 kelas berjumlah 31 siswi yang asal SMPnya berbeda-beda. Waktu pertama melaksana kan MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru) banyak peserta didik yang tidak kuat melaksanakan MOPDB karena pelaksanaannya yang sangat lama di lapangan. Peserta didik baru juga harus mengikuti PERSAMI(Perkemahan Sabtu Minggu).

Setiap peserta didik wajib mengikuti ektrakulikuler Pramuka dan 1 Ekstrakulikuler yang diminati, ada PSHT, Rohis(Rohani Islam), PMR, Seni Tari, Voli, Basket, Sepak Bola, Paskibra dll. Saya mengikuti Ekstrakulikuler Rohis(Rohani Islam) Bersama teman sebangku saya yang bernama Siti. Dalam 1 kelas ada beberapa geng(kelompok). Ada yang geng suka drama korea kalau ngomong suka gaya-gaya pakai Bahasa korea, ada yang geng suaranya kalau ngomong menggelegar dan beberapa geng lainnya. Terkadang dalam 1 kelas ada perdebatan ada yang bocorin rahasia jadi bertengkar, ada juga yang rebutan pacar. Dalam geng saya ada 4 anak namanya Novi cornelia, rumahnya kates ngunut orangnya pendiam tidak banyak bicara, Cicik Farida rumahnya Duren selopuro anaknya sangat percaya diri dia kos di dekat sekolah, 1 lagi Sita Nurlela teman sebangku dan teman ekstrakulikuler, dia anaknya penjual bakso rumahnya plumping kademangan. Sering banget bawa bakso untuk geng kita dia kalem dan kalau bicara memakai Bahasa halus.

Saat saya kelas XI waktu itu Desember 2014 guru pimpinan Pemasaran yang mengajarkan Ekonimi bisnis memberitahu kalau awal Januari akan dimulai PKL di Swalayan selama 2 bulan. PKL dilaksanakan 2X, yang pertama 2 bulan dilaksanakan di swalayan yang ke 2 dilaksanakan di Fashion selama 2 bulan juga. Kita dikasih pilihan nama-mana swalayan yang pernah dilaksanakannya PKL oleh kakak kelas. Disitu kita 1 kelas diminta memilih tempat dan teman PKL yang cocok agar saat melaksanakan PKL tetep nyaman dan damai. Saya dan teman-teman geng saya memilih PKL di Yes Mart swalayan Lodoyo, dan tiba-tiba ada 1 anak mau ikut PKL ditempat yang sama alasan dekat dengan rumah, dia Liya Ristita rumahnya Pandanarum lodoyo. Dia anaknya suka drama korea, sedangkan geng saya Sukanya lagu-lagu jawa koplo. Dan waktu mengantar berkas PKL ke Yes Mart Lodoyo liya tidak ikut, hanya saya, Novi,Sita,dan Cicik.

Tiba tgl 5 januari 2015 waktu PKL dilaksanakan, sebelum kita diberangkatkan ke Duker(Dunia Kerja) kita diberi bembekalan/semacam nasihat-nasihat dari kepala sekolah. Setelah pembekalan selesan guru pembimbing mengantarkan kita ketempat PKL untuk menyerahkan kita agar mendapatkan bimbingan. Waktu itu guru pembimbing kita namanya pak Edi Suntoro, guru yang paling kalem di Pemasaran. setelah pak Edi pulang kita langsung di beri tahu oleh pemilik toko kalau mulai besok kita harus dibagi menjadi 2 shift yaitu pagi dan siang. Karena ada 5 anak jadi 3 anak dan 2 anak, waktu itu liya tiba-tiba maunya sama saya dekatnya katanya sama saya, padahal sama sekali tidak dekat dengan saya bahkan nomer telepon dia pun tidak punya. Akhinya saya meng iyakan 1 shift dengan Liya, untuk shift pagi jm 7 pagi sampai jam 2 siang , untuk shift siang jam 1 sampai jam 8 malam. Dan pergantian shiftnya itu 1 minggu baru ganti shift. Saya merasa sangat tersiksa 1 shift dengan teman yang tidak pernah kita dekat. Lia anaknya gemuk dan selalu mengikuti apa yang saya kerjakan. Saat saya lap rak sabun dia juga ngikut di rak sabun, saat dirak susu juga mengikuti di rak susu. Waktu ikut saya pegang kemoceng dia mau ambil kemocengnya karna saya masih pakai ya saya tidak mengizinkan untuk diambil akhirnya Tarik-tarikan kemoceng smpai kemocengnya patah lalu dia melepaskan pucuk kemocengnya dan pergi. Saya pun nangis dan menyembunyikan kemoceng dibawah rak karena takut dimarahin soalnya bosnya yang perempuan galak. Trus saya cerita ke teman saya Novi, Sita dan Cicik mereka menenangkan saya dan si Cicik mau nyamperin Liya agar dia ikut iuran uang untuk membeli kemoceng dan saya melarang Cicik untuk nyamperin Liya. Esoknya saya membawa kemoceng baru dan saya melaporkan ke pemilik toko kalau saya mematahkan kemoceng bulu dan saya menggantinya. Dalam fikiran saya pemilik toko akan marah-marah pada saya, ternyata saya malah diketawain karena kemocengnya besar dan kemoceng yang lama bulunya sudah rontok dan tinggal kecil. Saya langsung lega, dan si Liya pun seperti tidak bersalah sama sekali dengan saya dan biasa aja ngikutin saya terus. Selama melaksanakan PKL saya sangat tidak nyaman dengan Liya.

Setelah masa PKL di Yes Mart Swalayan  selesai kita semua mulai pembelajaran seperti sebelum PKL. Liya pun kembali ke geng dia, saya pun merasa terbebas dari Liya dan tidak pengen PKL ke 2 dengan Liya lagi. 2 Bulan pembelajaran terasa cepat dan waktu sudah mendekat PKL yang ke 2 di Fashion. Seperti Sebelum Waktu PKL pertama  kita dikasih pilihan Tempat PKL Dapat memilih dimana kita akan PKL dan teman geng saya memilih untuk Di Filoria Lodoyo. Dan lagi-lagi Liya mau ikut dengan geng saya, dan guru pun menyetujui. Saat saya dan teman saya mengantar surat perijinan PKL di Filoria lagi-lagi Liya tidak ikut dan bosnya Filoria hanya menerima yang datang saja yang tidak datang tidak diterima untuk PKL. Karena kita datangnya ke Filoria sepulang sekolah kita baru memberitahu ke Guru pimpinan PKL kalau Liya tidak diterima PKL di Filoria. Dalam hati saya senang sih karna tidak lagi sama dia. Karena waktu PKL sudah mepet Guru pimpinan PKL pun memutuskan Liya untuk PKL di jln tanjung di One Zida, pemilik toko One Zida adalah guru di SMKN 1 Kademangan juga, Namanya Ibu Ida guru Perikanan. Karena PKL minimal 2 anak jadi salah 1 harus ikut PKL Bersama Liya, dan Liya pun ditanya pilih dengan siapa. Dia memilih dengan saya lagi dan saya diminta melapor ke Toko Filoria kalau saya pindah PKL dikarenakan menemani teman saya untuk PKL di tempat lain.

Cobaan yang sangat berat terjadi kembali, saat PKL Mulai saya tinggal dirumah Kakak saya di Jln manggar sedangkan Liya tinggal di kos belakang toko. Saya diminta untuk menemani Liya tidur di kos tetapi saya tidak mau dengan alasan karena disuruh tinggal dirumah kakak takut kalau nakal kalau tinggal kos. Waktu menjalani masa PKL saya Liya dan saya selalu berebut sapu. Karena sapunya ada yang bagus dan ada yang jelek, dia selalu datang dari belakang toko memilih sapu terlebih dahulu. Waktu itu Bulan Ramadan, kalau istirahat saya mengambil bekal kerumah kakak saya untuk berbuka puasa. Sedangkan Liya saya tawari dibawakan makan tidak mau ya tidak saya bawakan. Tetapi entah bilang ke mbaknya karyawati toko gimana  sampai-sampai mbaknya itu kaya berpihak kepada liya dan saya dikucilkan. Waktu itu pernah si Liya penasaran dengan bekal saya dia buka-buka kotak bekal saya pas saya lagi dikamar mandi, pas buru-buru nutup keburu ketahuan saya dia jatuhkan bekal saya dan berserakan dilantai bekal nasinya. Dia minta maaf ke saya padahal beberapa hari dia tidak mau ngomong sama saya setelah dia menjatuhkan bekal saya jadi mau ngomong. Kalau tidak kasihan sama dia karena tidak ada teman PKL lainnya ya saya tidak mau PKL sama dia.

Setelah Hari Raya Idul Fitri selesai PKL pun juga selesai dan akhirnya menikmati masa liburan selama 1 minggu. Dan ternyata ada yang berbeda juga setelah masa PKL ke 2 ini tiba-tima Sita meminta saya untuk duduk sebangku dengan Novi. Mungkin saat mereka PKL ada perbedaan pendapat tentang Novi, Sita dan Cicik saya juga kurang tau. Tapi kami selalu ber 4, waktu Foto album pun kita juga Bersama. Untuk sekarang Cicik sedang bekerja Di Luar Negeri, Sita sudah menikah dan punya anak, kalau Novi bekerja di Alfamart, Saya bekerja di Toko Hawaii Fashion Blitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.